![]() |
Besok mau lebaran |
***
Adalah di beberapa bulan yang lewat, tepatnya di awal sore lebaran
kemarin. Saat kami berdua tengah mengobrol tentang apa saja diiring lantunan musik
yang bermain silih berganti dari komputer lipat di atas meja. Di tengah obrolan kami itu, tiba-tiba saja dia terdiam beberapa lama. Saat
itu saya merasa aneh sendiri melihat air mukanya yang seketika berubah. Saya
diamkan saja dulu, hingga akhirnya dia berujar sendiri bahwa lagu yang sedang terputar ini (lagu rock klasik berjudul "Duo Kribo") adalah salah satu lagu favoritnya dulu saat
masih muda -kami memang masih punya kaset dari lagu ini di rumah, tapi sayangnya kasetnya itu sudah lama rusak. Hingga akhirnya dia bercerita deras sekali, dalam kebahagiaan yang sepertinya banyak sekali. :)
Dia memulai ceritanya dengan persaingan sengit dua grup band rock papan atas Indonesia di awal tahun 70an dulu: God Bless dan AKA. Dimulai dari
sejarah kedua nama band tersebut, hingga film layar lebarnya yang kabarnya pernah meledak di pasaran. Sekaligus dia ceritakan juga dengan lancar seluruh isi dari film tersebut, hingga
lagu-lagu original sound track-nya yang menurutnya
luar biasa. Saat itu, sepertinya dia tengah membongkar semua kenangan masa muda
yang pernah dia lewati. :) Hingga akhirnya dia katakan sendiri sambil tertawa: “saya masih ingat sekali bagaimana perasaan
saya dulu saat mendengarkan lagu ini: 'tak ada satupun orang yang lebih hebat
dari saya!'”. Saya terpingkal sendiri melihat dia mempraktekkan gesture dari kata “hebat”nya itu:
berdiri sambil menepukkan dada dua kali. Hahaa, saya jadi terpikir sendiri sore
itu: “seandainya kami berdua bertemu saat
masih sama-sama muda, maka sepertinya dia akan menjadi salah satu orang yang paling
ingin saya ajak berkawan”. :D
Tak terasa, hari sudah lebih sore. Dan dia sudah bercerita
lebih dari 3 jam. Dia bertanya kepada saya apakah lagu-lagu di album itu bisa dimasukkan
ke dalam handphone miliknya. Saat saya
iyakan, tatapan matanya jadi terang sekali. Langsung menyambung: “masukkan
sekarang! Saya mau mandi dulu”. Saya kerjakan langsung, sambil memasukkan juga
Album “Very Best Of” milik Deep Purple –saya tahu persis grup band ini adalah salah satu band favoritnya juga dulu. Hingga selang belasan menit, dia datang lagi dengan
menenteng earphone merah yang
kebetulan saja baru dibelinya kemaren sore. Selepasnya, dia pergi lagi dari
ruang tengah itu sambil membawa handphone-nya
yang sudah selesai saya kerjakan, entah kemana.
Dan apakah kamu tahu dia pergi kemana? Ahahaa. Ternyata dia pergi ke
dalam kamar. Duduk bersila di atas kasur sambil menghadap ke arah kaca besar. Didengarkannya lagi lagu-lagu di album itu dengan khusyu lewat earphonenya
yang berwarna mencolok dan kuat sekali, kepalanya bergoyang, ikuti lengking Ahmad Albar
dan Ucok Harahap muda yang bersemangat sambil terpejam, ikut bernyanyi.
Ah, sekarang saya katakan begini: bahkan saya tak pernah
melihat dia sesemangat itu selama ini, sepanjang saya mengenalnya hingga sekarang. Dan sore itu adalah sebuah
moment ajaib: saya melihat dia saat muda! :)
Cikarang, 26 September 2014