Adalah sebuah rasa yang menyenangkan. Saat di penghujung sore
yang ini, kamu menemui sebuah gambaran yang mencerminkan siapa rupanya dirimu
saat ini, merasakan bahwa sepertinya ada bagian dari dirimu yang bergeser, jadi
tak terlalu sama dengan masa lalu. Ah, menarik. Entah itu ternyata ke arah yang
lebih baik, entah malah sebaliknya, kupikir sebenarnya intinya bukan itu. Tapi
percaya saja, bahwa ini adalah hal yang baik. Membuatmu lebih banyak berdiskusi
dengan dirimu sendiri, untuk lebih saling mengenal satu sama lain. Dan mungkin orang lainpun pernah merasakannya juga dalam bentuk yang berbeda, tapi kurasa kamu tetap saja
beruntung. Kurasa begitu. Karena kamu tak harus melulu menjadi spesial terlebih
dahulu untuk bisa disebut beruntung. :D
Yang bila dibagi dalam bentuk kotak-kotak kosong, maka pikiran manusia dapat
dibagi sama rata menjadi triliunan kotak-kotak, atau bahkan lebih banyak lagi. Aku bisa sebutkan bahwa kotak-kotak tersebut tersimpan tak rapi dalam dimensi ruang-waktu-kejadian.
Kotak-kotak itu bisa kamu ambil, bongkar, baca kembali, lalu tutup lagi. Mungkin
kamu akan kesulitan untuk merapikannya kembali, baik itu untuk rapi di dalam
kotak, atau untuk rapi dalam dimensi tadi. Kamu hanya akan meninggalkannya
centang prenang, heheu.
Dan saat dimana nanti kamu memasukkan kotak yang baru
berikut isinya yang sama baru, mungkin memori atau nalurimu akan menemukan sebuah
kotak lama berisi sesuatu yang mirip-mirip dengan kotak barumu tadi. Tak ayal,
kamu akan membuka-bongkar keduanya, lalu banding-membanding, dan menemukan sebuah opini baru yang unik. Bisa saja opini barumu itu berisi kesal,
bisa juga bahagia, atau malah bisa biasa saja. Tapi menurutku, sebenarnya kamu
sudah beruntung. Beruntung untuk bisa mempertemukan dua kotak baru-lama itu.
***
Sebuah seri lanjutan dari dialog ini adalah seorang office boy yang tengah membersihkan
meja-meja dengan telaten. Dengan suara gesekan alas sepatu karetnya yang beradu
dengan lantai putih, dan wajah bersemangat di suasana hening yang tak begitu
lama. Saat ini saya sedang sendiri di ruangan besar ini, untuk sekedar menuliskan
hal-hal yang membuat saya merasa bahagia di sore yang tadi. Lanjut saya tanyakan
singkat padanya yang tengah sigap mengelap ini dan itu. Dia menjawab antusias. Hingga
saya tawarkan untuk memberinya selamat jabat tangan yang entah untuk apa. Dia
mengikuti. Kami tertawa.
***
Dan apakah kamu tahu? Bahwa persinggungan batas dimensi antar
individu –seperti dialog bersama office boy
tadi, adalah sebuah puncak dari keberadaan individu itu sendiri. Dan apakah
kamu tahu? Bahwa dalam persinggungan dua kotak-kotak baru-lama yang tadi adalah
puncak dari keberadaan buah pikiran dari setiap kotak yang tersimpan awut-awutan.
Hmm, ya mungkin hampir samalah seperti itu.
DLBS, Cikarang, 9 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar