Malam ini saya memperhatikan sebuah cuplikan rekaman dua
calon presiden RI 2014 dengan menggunakan bahasa Inggris yang diunggah di sebuah
jejaring sosial. Saya selesaikan rekamannya sampai habis, lalu membaca beberapa
komentar dari pengguna lain di sosial media tersebut, saya jadi berpikir sendiri. Ah,
sebenarnya saya malas mengomentarinya. Hingga akhirnya saya terpancing juga,
dan saya putuskan untuk memberi komentar sendiri di wall saya saja. Awalnya di situ saya ceritakan saja bahwa saya masih gagal paham kenapa orang-orang
menilai bagus atau tidaknya capres di negri ini berdasarkan kemampuannya dalam
berbahasa Inggris. Dan saya tunggu kawan-kawan untuk merespon posting tersebut beberapa saat. Beberapa ternyata benar berkomentar serius, beberapa
tidak. Walau sayangnya, jawaban-jawaban tersebut tak lantas membuat saya menjadi paham. Saya tetap
saja bingung kenapa orang-orang bisa berpikir seperti itu. Lanjutnya saya
membuat beberapa posting baru (masih) di
laman tersebut. Yah, mungkin sesederhana karena memang pikiran setiap orang
memang beda-beda kali ya? :D
***
21.47
Nah, apalagi yang ini: “ngga
banget deh ngeliet capres ngomong bahasa Inggris pake logat jawa medok”. Saya
ngangguk-ngangguk aja, sambil dalam hati nanya sendiri: “omg, emang apanya yang ga banget ya?” *semakinbingung
21.53
Ini yang baru: “urusan
presiden kan juga ada urusan sama luar negri, dan bahasa internasional tuh
bahasa Inggris”. Nah, yang ini mungkin perlu dikomentarin kayanya. “Hoo, ya, ya. Pinter banget lu”. Terus dia
pasti bahagia banget saya komenin kaya gitu. Sipp! :D
21.57
Ada yang nanya kayanya lumayan sewot: “emang menurut lu kenapa capres ga perlu lancar banget bahasa Inggris?”.
Saya tanya balik: “emang bahasa Inggris
tuh yang kaya gimana ya?”. Suasana hening, kawan yang itu ga ngebalas lagi.
:))
22.02
Ato yang ini: “biar
keren, Bro! :))”. Nah kalo yang ini masuk akal, saya suka. Wahahaa. Terus lanjut
saya tanya: “lu udah ngerokok belum malam
ini? Kita ngerokok aja yuk. Tapi gw minta ya, gw lagi ga punya duit”. Dia langsung
jawab: “oke”. Asik ini mah. :D
22.04
“Gw cuma mau capres
yang bisa bahasa isyarat!”. Gampang ngeresponnya kalo yang ini mah: “punya lagu dangdut baru ga lu? Bagi gw lah”.
22.08
Ada yang lebih serius: “presiden
itu mewakili saya dan ratusan juta rakyat Indonesia. dia harus salah satu dari
yang terbaik dari kita semua!”. Nah kalo yang ini, saya pikir kayanya lebih
baik ga usah direspon.
22.13
Yah, wis ah, cape ngomongin capres. Mending lanjutin baca
novel pembunuhan Agatha Christie lagi aja. Lagi seru-serunya. Miss Marple lagi
diskusi tentang berbagai skenario pembunuhan terhadap Helen Spenlove Kennedy 18
tahun yang lalu.
Saya sama sekali tidak mendukung salah satu capres tertentu. Kamu bisa
yakin tentang itu. :) Dan ini tidak dibuat untuk menyerang siapapun, termasuk
kawan-kawan yang sudah berbaik hati berkomentar. :)
Cikarang, 25 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar