Jumat, 25 April 2014

Ngacapruk (3)

Malam ini saya memperhatikan sebuah cuplikan rekaman dua calon presiden RI 2014 dengan menggunakan bahasa Inggris yang diunggah di sebuah jejaring sosial. Saya selesaikan rekamannya sampai habis, lalu membaca beberapa komentar dari pengguna lain di sosial media tersebut, saya jadi berpikir sendiri. Ah, sebenarnya saya malas mengomentarinya. Hingga akhirnya saya terpancing juga, dan saya putuskan untuk memberi komentar sendiri di wall saya saja. Awalnya di situ saya ceritakan saja bahwa saya masih gagal paham kenapa orang-orang menilai bagus atau tidaknya capres di negri ini berdasarkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Dan saya tunggu kawan-kawan untuk merespon posting tersebut beberapa saat. Beberapa ternyata benar berkomentar serius, beberapa tidak. Walau sayangnya, jawaban-jawaban tersebut tak lantas membuat saya menjadi paham. Saya tetap saja bingung kenapa orang-orang bisa berpikir seperti itu. Lanjutnya saya membuat beberapa posting baru (masih) di laman tersebut. Yah, mungkin sesederhana karena memang pikiran setiap orang memang beda-beda kali ya? :D

***
21.47
Nah, apalagi yang ini: “ngga banget deh ngeliet capres ngomong bahasa Inggris pake logat jawa medok”. Saya ngangguk-ngangguk aja, sambil dalam hati nanya sendiri: “omg, emang apanya yang ga banget ya?” *semakinbingung

21.53
Ini yang baru: “urusan presiden kan juga ada urusan sama luar negri, dan bahasa internasional tuh bahasa Inggris”. Nah, yang ini mungkin perlu dikomentarin kayanya. “Hoo, ya, ya. Pinter banget lu”. Terus dia pasti bahagia banget saya komenin kaya gitu. Sipp! :D

21.57
Ada yang nanya kayanya lumayan sewot: “emang menurut lu kenapa capres ga perlu lancar banget bahasa Inggris?”. Saya tanya balik: “emang bahasa Inggris tuh yang kaya gimana ya?”. Suasana hening, kawan yang itu ga ngebalas lagi. :))

22.02
Ato yang ini: “biar keren, Bro! :))”. Nah kalo yang ini masuk akal, saya suka. Wahahaa. Terus lanjut saya tanya: “lu udah ngerokok belum malam ini? Kita ngerokok aja yuk. Tapi gw minta ya, gw lagi ga punya duit”. Dia langsung jawab: “oke”. Asik ini mah. :D

22.04
Gw cuma mau capres yang bisa bahasa isyarat!”. Gampang ngeresponnya kalo yang ini mah: “punya lagu dangdut baru ga lu? Bagi gw lah”.

22.08
Ada yang lebih serius: “presiden itu mewakili saya dan ratusan juta rakyat Indonesia. dia harus salah satu dari yang terbaik dari kita semua!”. Nah kalo yang ini, saya pikir kayanya lebih baik ga usah direspon.

22.13
Yah, wis ah, cape ngomongin capres. Mending lanjutin baca novel pembunuhan Agatha Christie lagi aja. Lagi seru-serunya. Miss Marple lagi diskusi tentang berbagai skenario pembunuhan terhadap Helen Spenlove Kennedy 18 tahun yang lalu.

Saya sama sekali tidak mendukung salah satu capres tertentu. Kamu bisa yakin tentang itu. :) Dan ini tidak dibuat untuk menyerang siapapun, termasuk kawan-kawan yang sudah berbaik hati berkomentar. :)
Cikarang, 25 April 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar