![]() |
Pesawahan di kampung kami, dan Dam itu ada di daerah pojok kanan dari gambar ini, jauh di situ. :) |
Jam sudah lebih sore, tapi itu tak akan pernah jauh dari jam
3 hingga setengah 4. Maka saya akan keluar rumah untuk memenuhi panggilan kawan-kawan
sebaya atau menjemput kawan-kawan yang lain di rumahnya masing-masing. Kami akan pergi bermain. Bermain
apa saja. Pilihan bermain kami banyak sekali. Kami akan bermain apapun sesuai
dengan musimnya. Musim kelereng, musim layangan, musim buah, musim satria baja
hitam, musim gambaran, sebut saja. Tapi ada satu yang tak pernah lepas, dan itu
adalah: bermain di sawah. Musim permainan boleh saja berganti-ganti, tapi kami
tetap saja kembali ke sini, ke pesawahan ini. Kami akan berjalan jauh menyusuri
pematang sawah yang rasanya tak habis-habis hingga di kaki bukit itu, untuk
sekedar mencuri bengkuang, untuk ikut mengambil sisa panen mentimun setelah
pemiliknya selesai memanen, untuk mencari ikan di sepanjang saluran irigasi
yang dibatasi rerumputan, untuk memakan kacang panjang di sepanjang jalan saat
kami lapar di perjalanan, untuk bermain tarzan-tarzanan menyebrangi saluran air besar
dengan pelepah kelapa tua yang menggantung, untuk ikut merayakan panen padi, dan
banyak lagi, dan apa saja. Hingga saatnya kami lelah, maka kami akan menuju ke
tempat ini. Kami biasa menyebutnya Dam.
![]() |
Dam. Saya yakin sekali, meski tak terlalu tinggi, kamu tak akan berani melompat dari atas situ. :p |
Tempat ini sederhana sekali. Hanya sebuah aliran air yang lumayan tinggi
untuk ukuran anak-anak serta kedalamannya yang pas. Dan airnya sedari dulu memang tak terlalu jernih, tapi kami benar-benar menyukainya. :) Dan sesampainya di sini,
kami akan berlomba membuka baju dan celana masing-masing untuk kemudian terjun bebas dengan berbagai gaya dari jembatan pembatas itu menuju riuhan air di sebelah bawah. Pekik dan tawa
kami membahana di seantero pesawahan sepanjang sore itu. Bermain power ranger
sambil berpura-pura berkelahi di dalam air, mengeluarkan air irigasi yang masuk ke
dalam telinga dengan cara yang khas, berpura-pura meniru jurus Wiro Sableng “Berjalan
di atas Air”, ah banyak sekali, banyak sekali. Dan mandi di sore yang cerah di tempat ini selalu kami lakukan hampir di setiap hari yang ada.
Percayalah, kami melakukannya hampir setiap hari. Kami merasa gembira sekali setiap
hari. Kalian akan merasa iri atas apa yang pernah kami lakukan di tempat ini di masa-masa kecil
kami. :)
***
Dan hampir dua puluhan tahun sudah, di suatu pagi Jumat yang cerah dan langit kaki Kaba-Basah yang bersih sekali, akhirnya saya datang
berkunjung lagi ke sini. Sesampainya, berjalan turuni anak tangga
betonnya yang gagah, saya duduk di pinggirannya. Saya mencium lagi aroma
khas dari tempat ini. :) Wangi air yang berdebur tak henti di Dam ini. Benar-benar.
Saya ingat sekali aroma ini, sejernih saya mengingat siapa nama orang tua saya.
Saya tersenyum selepasnya. Terlepas tinggalkan masa kini, saya menuju ke barisan sore itu bersama kawan-kawan melompat dari atas situ sambil tertawa. Ya, saya katakan: tempat ini adalah tempat yang paling menyenangkan di muka bumi!
Curup, 25 Juli 2014 – Cikarang, 31 Juli 2014