Selamat
sore, Indonesia !
Untuk reuni akbar kita semester ini
Juga
untuk jamuanku terhadapmu yang terasa hambar saja
Pada
menu harian kopi pahit yang sudah terlanjur dingin
Pada
semangatku dan mu yang mulai kendur
Pada
semestamu yang berpesta dalam buncahan panik membahana
Selamat
sore, Indonesia !
Untuk sudi hadir di undangan kepedihan raya
Di
sela-sela kesibukanmu mengatur jadwal kenegaraan
Pada
safarimu yang kian kemari, menari, pesta-pora
Pada
paksaanmu untuk menelan gula kata gombal
Pada
tanah kelahiranku yang kausimpan rapi dalam kocek ajaibmu
Selamat
sore, Indonesia !
Untuk ujar congkakmu tentang keadilan sosial
Senang
berkaca pada tembok-tembok muram apartemen mewah
Pada
pejabat korupmu yang tak kenal siapa
Pada
punggawa istanamu yang senang sekali memerintah tanpa kerja
Pada
kaum lusuhmu yang kian hari kian meregang,
Selamat
sore, Indonesia !
Untuk kembang nostalgia kita yang sebentar lagi gugur
Ditimpa
cahaya sepenggalan serta langit mendung yang keseringan gagal hujan
Pada
mahkotamu yang terlalu sombong, terlalu bergaya
Pada
mahligaimu yang terlampau seronok mata
Pada
pucuk-pucuk harapan anak bangsa terlena
Selamat
sore, Indonesia !
Untuk lembaranmu yang padat cerita
Tersekat
kini pada pintu baja murni yang mustahil untuk kudobrak
Tersimpan
di sana bara digjaya purbakala, super lautan klenik tetap lestari
Indonesia,
selamat sore!
Persada,
2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar