Senin, 10 Februari 2014

Darso: Sasak Rajamandala

Sasak Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat
Entah bagaimana, saya baru bisa mendengar lengkap lagu ini kemarin sore, saat menginap di kos-kosan seorang kawan baik di daerah Bandung Utara. Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh salah satu seniman terbesar yang pernah dilahirkan tanah Priangan, Darso. Dan lagunya tersebut diberi judul: Sasak Rajamandala. Bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, maka itu adalah: Jembatan Rajamandala. Dan siapapun bisa menjumpai jembatan ini bila ingin pergi menuju barat jauh dari pusat Kota Kembang. Tepatnya di daerah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Dan sebenarnya ini adalah sebuah lagu cinta. Ya. Tapi di bahasan kali ini, saya akan lebih memfokuskan pada kekuatan lirik dalam teknik menulis “penggambaran suatu tempat”-nya yang saya pikir sangat menonjol dan bagus sekali. Saya sempat terpaku beberapa lama mendengar Kang Darso ucapkan kata-per-kata dari lagunya. Terus terang, berulang kali, saya tetap merinding mendengar lagunya. Saya sangat yakin, bahwa lirik di lagu ini dibuat dari hasil rentet pemikiran yang panjang dan kompleks. Pemilihan alur-katanya cerdas dan kuat sekali. Seperti penggal lagunya saat menggambarkan apa itu Sasak Rajamandala:

Di beh kuloneun pengkolan nu ka Saguling, aya sasak anu jadi panineungan kuring. Sasak panjang nu nepungkeun Bandung-Cianjur, diliwatan balarea meuntas walungan Citarum. Nu katelahna nya Sasak Rajamandala!

Terjemahan bebas:

“Di sebelah barat dari belokan menuju ke Saguling, ada sebuah sasak* yang menjadi panineungan** saya. Sebuah sasak panjang yang menghubungkan Bandung-Cianjur, dan dilewati oleh banyak orang untuk menyeberangi Sungai Citarum. Yang terkenalnya dengan nama Sasak Rajamandala.”

Silahkan dibaca lagi pelan-pelan. Rasakan bagaimana cara senimannya bisa menyusun penggambaran suatu tempat dengan alur yang sangat menarik. Menghasilkan sebuah detail yang sangat tajam dari segi fisik juga rasa. Coba padukan ingatan pribadimu tentang jembatan Rajamandala dengan deskripsi di lirik lagunya. Maka sepertinya kamu akan mengerti bahwa seperti itulah jembatan Rajamandala. :)

Ya. Saya sama sekali tak berniat untuk mengecilkan banyaknya lirik-lirik kacangan di lagu-lagu band anyar di televisi dan radio akhir-akhir ini. Tapi saya pikir, lirik di lagu ini benar-benar berada di tingkatan yang berbeda. Menurut saya begitu.

*jembatan kecil yang dianyam dari bambu
**pengalaman yang mendalam dan sangat membekas, spesifik untuk kenangan-kenangan yang menyenangkan

Terima kasih untuk Kang Asep Aripin dan Debi Krisna untuk bantuan terjemahan bebasnya. Hatur Nuhun. :)
Cikarang, 10 Februari 2014
Foto oleh Debi Krisna

3 komentar:

  1. Dupi hartosna HOTEL TELET teh naon ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tolong artikan lirik lagu nya...sy darah sunda tapi ngak bisa bahasa sunda

      Hapus
  2. Saya darah Jawa, bisa bahasa Sunda karena lahir di Bandung. Sudah jadi orang Sunda dilihat dari logatnya

    BalasHapus