![]() |
Sasak Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat |
Dan sebenarnya ini adalah sebuah lagu cinta. Ya. Tapi di
bahasan kali ini, saya akan lebih memfokuskan pada kekuatan lirik dalam teknik menulis
“penggambaran suatu tempat”-nya yang saya pikir sangat menonjol dan bagus
sekali. Saya sempat terpaku beberapa lama mendengar Kang Darso ucapkan
kata-per-kata dari lagunya. Terus terang, berulang kali, saya tetap merinding
mendengar lagunya. Saya sangat yakin, bahwa lirik di lagu ini dibuat dari hasil
rentet pemikiran yang panjang dan kompleks. Pemilihan alur-katanya cerdas dan kuat sekali.
Seperti penggal lagunya saat menggambarkan apa itu Sasak Rajamandala:
“Di beh kuloneun pengkolan nu ka Saguling,
aya sasak anu jadi panineungan kuring. Sasak panjang nu nepungkeun
Bandung-Cianjur, diliwatan balarea meuntas walungan Citarum. Nu katelahna nya
Sasak Rajamandala!”
Terjemahan bebas:
“Di sebelah barat dari
belokan menuju ke Saguling, ada sebuah sasak* yang menjadi panineungan** saya. Sebuah sasak panjang yang menghubungkan Bandung-Cianjur, dan dilewati oleh banyak orang
untuk menyeberangi Sungai Citarum. Yang terkenalnya dengan nama Sasak Rajamandala.”
Silahkan dibaca lagi pelan-pelan. Rasakan bagaimana cara
senimannya bisa menyusun penggambaran suatu tempat dengan alur yang sangat
menarik. Menghasilkan sebuah detail yang sangat tajam dari segi fisik juga rasa.
Coba padukan ingatan pribadimu tentang jembatan Rajamandala dengan deskripsi
di lirik lagunya. Maka sepertinya kamu akan mengerti bahwa seperti itulah jembatan
Rajamandala. :)
Ya. Saya sama sekali tak berniat untuk mengecilkan banyaknya
lirik-lirik kacangan di lagu-lagu band
anyar di televisi dan radio akhir-akhir ini. Tapi saya pikir, lirik di lagu ini benar-benar berada di
tingkatan yang berbeda. Menurut saya begitu.
*jembatan kecil yang dianyam dari bambu
**pengalaman yang mendalam dan sangat membekas, spesifik untuk kenangan-kenangan yang menyenangkan
**pengalaman yang mendalam dan sangat membekas, spesifik untuk kenangan-kenangan yang menyenangkan
Terima kasih untuk Kang Asep Aripin dan Debi Krisna untuk bantuan
terjemahan bebasnya. Hatur Nuhun. :)
Cikarang, 10 Februari 2014
Foto oleh Debi Krisna
Dupi hartosna HOTEL TELET teh naon ?
BalasHapusTolong artikan lirik lagu nya...sy darah sunda tapi ngak bisa bahasa sunda
HapusSaya darah Jawa, bisa bahasa Sunda karena lahir di Bandung. Sudah jadi orang Sunda dilihat dari logatnya
BalasHapus