Senin, 17 Juni 2013

Adalah Kita

Kapan terahir bertemu orang yang menganggap dirinya tak memerlukan orang lain untuk diajak bicara? Mungkin sama saja saat kita bertanya mengapa orang ini terlalu suka berbicara? Lalu bertanya lagi tentang kekurangan yang lain saat menemui seseorang yang tak cukup pendiam, juga tak cukup aktif bertanya semua hal, ini-itu. Lebih jauh, juga tak suka sendiri, ingin ditemani. Sesekali memang berkata senang sendiri, nyatanya saat sepi, pusing sendiri. Menjadi penanya dan pengeluh-kesah adalah kita.

Dengarkan denting senar gitar akustik yang mengalir renyah di sela-sela hingar-bingar sepi. Senandungkan kepak-kepak sayap serangga malam yang hilir-mudik, masuk keluar kamar. Terbang bersama angin-angin dan sinar bulan yang tertutup awan. Menilai bagus dan tertawa suka-suka pada apa yang kita suka, juga berekspresi sekenanya saat merasa jemu. Berlarian di tepian pantai saat muda, berlari-larian tak lelah pula saat terserang malas. Membentak lurus pada pengganggu dan membelai lembut pada kekasih, karena menjadi perasa dan berekspresi adalah kita.

Menjalani wisata rohani dan tunduk hikmat di suasana keagamaan yang sendu dan penuh pikat. Melihat bintang jatuh untuk kemudian bertanya ada apa di luar sana, kemana dia bergerak, apakah kesini? Saat pikiran bekerja coba masuki ruang metafisik dan roh-roh di dalamnya, lalu berkata seolah yang lain tak pernah tahu. Kadang menyembunyikan rasa berdosa di dalam lemari kayu di rumah yang lama, juga senang saat menyadari yang lain tahu bila tengah berbuat kebajikan. Berketuhanan yang meragam-ragam adalah kita.

Menembaki semesta dengan buah pikir adalah kita. 
Menerjemahkan rasa takut dalam baris doa-doa adalah kita.
Cikarang, 17 Juni 2013

2 komentar: