Minggu, 30 Juni 2013

Malam Kawasan Industri

Hampir genap jam 22.00, saat tiba di pool bis Prima*jasa Jababeka sehabis perjalanan 4 jam dari Bandung. Dan selanjutnya saya memilih untuk melanjutkan berjalan kaki saja menuju kos-kosan di arah barat. Perjalanannya mungkin sekitar satu kilometer. Biasanya saya naik ojek dari sini, tapi karena ongkos ojek yang baru-baru ini naik (dari lima ribu menjadi enam ribu rupiah), maka saya pikir berjalan kaki sambil menikmati udara malam bisa jadi asik. Dan ternyata benar. Asik.

Di sepanjang perjalanannya, berpapasan dengan tak kurang dari seribu buruh pabrik wanita dengan seragam yang khas. Saya tahu, mereka adalah karyawan salah satu pabrik terbesar di Cikarang, perusahaan asing yang memproduksi mainan anak-anak berupa boneka barbie. Di sini, pabrik ini lumayan dikenal karena memiliki pekerja yang sangat banyak. Dan sepertinya saat ini ribuan buruh pabrik wanita ini sedang kebagian shift kerja malam. Saya tidak tahu persis jam kerjanya, tapi sepertinya shift mereka akan dimulai sekitar jam 22.30 atau 23.00 dan selesai mungkin besok pagi, mungkin jam 6 pagi.

Berjalan dalam keramaian seperti itu, saya berusaha sebisanya menyempatkan merekam sebanyak mungkin. Tentang ekspresi wajah, kisaran usia, model tas yang dipakai, kecepatan langkah, obrolan, model rambut, wangi parfum, dan yang lain. Beragam sekali. Mereka muda, cantik dan wangi. Berjalan dalam kecepatan langkah yang tinggi, tak ada obrolan, dengan tas selempang beraneka ragam. Sisanya berbeda, paling hanya beberapa. Lalu mencoba merasakan apa yang sedang mereka pikirkan itu jadi tidak terlalu susah, karena banyak, dengan tatapan mata yang seolah memiliki template khas, se-khas seragam kemeja coklat muda dan sedikit garis merah yang mereka kenakan.

Melewati gerbang pabrik yang sangat besar, saya berhenti sejenak. Mengamati daerah benderang ini berikut sivitasnya yang ramai, berikut tiga satpam berbadan kekar berjaga-jaga di sisi pagar. Di sebelah luar, di atas trotoar besar, enam pedagang kecil berjajar di kanan-kiri amparkan aneka roti, permen, kerupuk aneka bentuk, kacang tanah goreng. Beberapa buruh wanita memilah-milih sambil berjongkok menghalangi jalan, mungkin untuk belanja sedikit, sebagai kawan saat nanti diserang kantuk di tengah shift, semoganya begitu. Lalu setelah itu, segera masuk. Jauh di dalam, terlihat barisan mobil-motor berjejer rapi-rapi. Saya berpikir, ah, sepertinya tak ada istilah tidur di sini. :)

Saya selanjutnya mungkin bertanya kemana wanita-wanita ini berjalan semalam ini? Dan kenapa pergi saat malam sudah selarut ini? Juga banyak pertanyaan yang lain lagi. Bila nyatanya jawabannya adalah uang, saya ingin bertanya pada laki-laki mereka tentang pertanyaan serupa. Bapak, suami, anak, saudara. Saya hanya ingin tahu mereka akan menjawab apa. Benar-benar saya ingin tahu. Atau bila jawabannya mirip seperti para wanita karir perkotaan di kantor-kantor mewah, seperti karena suka saja, atau hobi, atau semacamnya, mungkin saya setidaknya bisa memberi pandangan, bahwa mungkin ada baiknya untuk mencoba hobi yang lain saja. :)

Atau mungkin tak sesederhana itu juga. Tapi kadang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana kadang bisa membuat kita tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tentang apa yang nyata, apa yang mimpi. Juga tentang ribuan pertanyaan yang membuat saya tetap terjaga hingga selarut ini.
Cikarang, 30 Juni 2013 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar