Hampir genap jam 22.00, saat tiba di pool bis Prima*jasa Jababeka sehabis perjalanan 4 jam dari Bandung. Dan selanjutnya saya memilih untuk melanjutkan berjalan kaki saja menuju kos-kosan di arah barat. Perjalanannya mungkin
sekitar satu kilometer. Biasanya saya naik ojek dari sini, tapi karena ongkos ojek yang baru-baru ini naik (dari lima ribu menjadi enam ribu rupiah), maka saya pikir berjalan kaki sambil
menikmati udara malam bisa jadi asik. Dan ternyata benar. Asik.
Di sepanjang
perjalanannya, berpapasan dengan tak kurang dari seribu buruh pabrik wanita
dengan seragam yang khas. Saya tahu, mereka adalah karyawan salah satu pabrik terbesar
di Cikarang, perusahaan asing yang memproduksi mainan anak-anak berupa boneka
barbie. Di sini, pabrik ini lumayan dikenal karena memiliki pekerja yang sangat banyak. Dan sepertinya saat ini ribuan buruh pabrik wanita ini sedang kebagian shift kerja malam. Saya tidak tahu persis jam kerjanya, tapi
sepertinya shift mereka akan dimulai
sekitar jam 22.30 atau 23.00 dan selesai mungkin besok pagi, mungkin jam 6
pagi.
Berjalan dalam keramaian
seperti itu, saya berusaha sebisanya menyempatkan merekam sebanyak mungkin. Tentang
ekspresi wajah, kisaran usia, model tas yang dipakai, kecepatan langkah,
obrolan, model rambut, wangi parfum, dan yang lain. Beragam sekali. Mereka muda,
cantik dan wangi. Berjalan dalam kecepatan langkah yang tinggi, tak ada
obrolan, dengan tas selempang beraneka ragam. Sisanya berbeda, paling hanya
beberapa. Lalu mencoba merasakan apa yang sedang mereka pikirkan itu jadi tidak
terlalu susah, karena banyak, dengan tatapan mata yang seolah memiliki template khas, se-khas seragam kemeja coklat
muda dan sedikit garis merah yang mereka kenakan.
Melewati gerbang pabrik
yang sangat besar, saya berhenti sejenak. Mengamati daerah benderang ini
berikut sivitasnya yang ramai, berikut tiga satpam berbadan kekar berjaga-jaga
di sisi pagar. Di sebelah luar, di atas trotoar besar, enam pedagang kecil berjajar di kanan-kiri amparkan
aneka roti, permen, kerupuk aneka bentuk, kacang tanah goreng. Beberapa buruh wanita
memilah-milih sambil berjongkok menghalangi jalan, mungkin untuk belanja sedikit,
sebagai kawan saat nanti diserang kantuk di tengah shift, semoganya begitu. Lalu setelah itu, segera masuk. Jauh di
dalam, terlihat barisan mobil-motor berjejer rapi-rapi. Saya berpikir, ah, sepertinya tak
ada istilah tidur di sini. :)
Saya selanjutnya mungkin bertanya kemana
wanita-wanita ini berjalan semalam ini? Dan kenapa pergi saat malam sudah
selarut ini? Juga banyak pertanyaan yang lain lagi. Bila nyatanya jawabannya adalah
uang, saya ingin bertanya pada laki-laki mereka tentang pertanyaan serupa. Bapak,
suami, anak, saudara. Saya hanya ingin tahu mereka akan menjawab apa. Benar-benar
saya ingin tahu. Atau bila jawabannya mirip seperti para wanita karir perkotaan
di kantor-kantor mewah, seperti karena suka saja, atau hobi, atau semacamnya,
mungkin saya setidaknya bisa memberi pandangan, bahwa mungkin ada baiknya untuk
mencoba hobi yang lain saja. :)
Atau mungkin tak
sesederhana itu juga. Tapi kadang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan
sederhana kadang bisa membuat kita tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tentang
apa yang nyata, apa yang mimpi. Juga tentang ribuan pertanyaan yang membuat saya tetap terjaga hingga selarut ini.
Cikarang, 30 Juni 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar