Banyak orang yang kita
jumpai. Kadang memang yang kita kenal betul secara dekat, kadang orang-orang yang tidak
terlalu kita sukai, kadang juga orang yang kita kenal sekali lewat. Saya pikir semuanya sama saja. Karena akhirnya kita hanya perlu bersikap baik selayaknya. Kadang itu tidak terlalu mudah memang. Kadang kita perlu dipaksa terlebih dahulu, untuk
bisa seperti itu. Tapi toh nyatanya kita wajiblah untuk bisa seperti itu. Beritikad
baik, sesederhana menatap matanya saat berbicara, maka jadilah.
Toh di dalam hidup, kita
hanya akan dikenang dari hal-hal baik yang pernah kita lakukan. Atau bahkan
hal-hal baik yang baru kita usahakan. Ya, begitu. Tidaklah melulu menjadi soal yang
pelik bila nanti orang lain malah bersikap sebaliknya, tapi saya pikir cukuplah buat kita.
Meski tak terlalu berlebihan rasanya, bila kita juga mengharapkan orang tersebut
bersikap manis. Bikin kita merasa diberi arti. Bikin kita merasa sedikit lebih
baik dalam merasa.
Tapi nyatanya setiap
orang itu berbeda. Atau juga setiap orang bisa berubah. Saat kita bertemu di
dimensi waktu yang berbeda, nyatanya sekarang mereka lebih tinggi, lebih
pandai, lebih ada, lebih semuanya, dari dulu saat bertemu. Saya pikir tak ada
yang salah bila kita merasa lebih kecil di hadapan mereka. Yang jadi salah adalah saat mereka yang merasa lebih besar, banding-membanding. Saya pikir begitu. Meski nyatanya, tetap saja tak ada yang bisa memaksa. Biarkan saja, itu jadi urusan mereka.
Ah, seperti kata-kata di Kitab
itu juga. Bahwasanya dunia ini hanya soal canda dan tawa. Kenapa kita mesti memaksa. Biarkan saja pribadi masing-masing kita memutuskan jalan yang mana.
Cikarang, 7 Juli 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar