![]() |
Ransel menuju Kepulauan Seribu sampai 2014 datang |
Siang ini, lepas menyantap makan siang di rumah makan padang
di depan sana, saya bersiap-siap. Memasukkan beberapa perlengkapan khusus dan
umum seperti kamera, lotion anti-nyamuk, perlengkapan mandi, serta beberapa lembar
baju dan celana yang kiranya akan diperlukan 3 hari ke depan ke dalam sebuah ransel
hijau-abu pudar kapasitas 20 liter. Ya, rencananya saya akan mengikuti trip ke Kepulauan Seribu yang
diselenggarakan oleh sebuah tour
organizer. Sembari menyambut perayaan tahun baru, saya pikir tak ada
salahnya, saya tutup akhir tahun ini dengan sebuah perjalanan singkat yang
semoganya menyenangkan.
Saya tak terlalu berminat dengan istilah perayaan tahun
baru. Bagi saya itu sama saja dengan hari-hari yang lain. Dan saya tak punya
rencana khusus akhir tahun ini. Sebelumnya, saya pikir saya hanya akan
menghabiskan akhir tahun di Bandung dengan beberapa kawan dan seorang kakak yang
manis untuk sekedar minum kopi di mana saja. Sedang ide liburan ini datang dari
seorang kawan lama yang sudah lebih 10 tahun tak bertemu. Perjumpaan kami itu
di empat hari yang lewat, saat sore itu kami minum kopi di daerah Semanggi. Dia
mengajak dengan antusias, khas sekali dari seorang kawan lama. Dia paparkan
singkat rencananya, bahwa dia akan ikut ke acara itu bersama istrinya. Dan sepertinya,
dia akan senang kalau sekiranya saya juga bisa ikut. Sesegera mungkin saya
sanggupi tawarannya. Saya lihat dia tersenyum senang.
Tujuan saya ke Kepulauan ini tak lebih dari merenung. Walau sebenarnya
saya bisa merenung di mana saja, tapi kehadiran seorang kawan lama di dekat
saya adalah sebuah nilai yang berbeda. Juga mungkin nanti mengenal beberapa kawan-kawan
baru di perjalanannya, sepertinya bisa membuat semuanya lebih asik. Dengan tiup
angin khas laut jawa, mungkin nanti saya akan berpikir bahwa memang seharusnya
saya berada di tempat itu waktu itu. Tak lebih, tak kurang. Meski sebenarnya
saya tak pernah tahu pasti juga kiranya apa yang saya cari ke tempat itu. Mungkin
hanya penggal obrolan khas kawan lama, atau titipan-titipan kawan yang dipesan dan
kadang tak masuk akal, atau mencari sesuatu yang memang tak ada atau mungkin
tak berbentuk. Ya, begitulah cara saya menikmati suatu perjalanan. Aneh bagi
sebagian orang mungkin, tapi saya yakin ada beberapa pula yang mengerti. Karena
saya percaya, tiap orang tak pernah diciptakan sedemikian berbedanya dari yang
lain.
Selamat ber-akhir tahun. Selamat bagi yang merayakan. :)
Cikarang, 29 Desember 2013