Rabu, 07 Agustus 2013

Malam Takbiran

Malam di sini. Jalan Panday, Cimahi. Tempat saya menghabiskan malam takbiran Ramadhan kali ini. Di rumah seorang kawan yang tengah sibuk menyelesaikan tugas menulis untuk tugas akhir seorang yang lain. Katanya, besok tulisan itu harus selesai. Saya tidak terlalu tahu pastinya. Tapi sepertinya tentang uang juga. Besok lebaran kan ya? :)

Di awal malamnya dihabiskan mendengar cerita-cerita sunda yang menggelikan. Kami tertawa. Senang mendengar tokoh sunda tersebut berkisah tentang apa saja. Kami dengarkan. Diselingi makan malam lagi, kami dengarkan lagi. Berikut gelas kopi yang sudah habis dua, ceritanya berlanjut.

Pergilah sebentar menuju warung modern itu, sekedar membeli kopi dan persediaan malam ini. Sepintas di beberapa masjid besar, dan anak-anak juga dewasa melingkar di tengahnya menyanyikan puja-puji. Juga pemandangan sekeliling Kota Tentara ini di antara hiruk pikuk takbir yang teralun di pengeras suara masjid di sana-sini. Melihat pula kumpulan muda-mudi warna-warni berkumpul meminum alkohol dalam semarak. Aromanya santar, siapapun pasti tahu. Dan kami lewat saja.

Menjadi bertanya, apakah malam takbiran itu? Sebenarnya saya belum terlalu mengerti. Tapi saya senang-senang saja lewatinya. Beberapa definisikan sesederhana malam di jutaan takbir menyebar di udara hingga matahari datang besok, dan hari kemenangan itu tiba. Akan berduyun-duyunlah menuju masjid dan tanah lapang yang wangi-wangi. Sebagian orang menang. Entah apa yang menang. Mungkin sesederhana memenangkan rasa gembira di antara yang lain.

Uang, dengarkan dongeng, makan malam yang semangat, muda-mudi berpesta jalanan, gema takbir-puja-puji. Saya pikir itulah malam takbiran. Yang meski tak tersebut, lamunan yang hingga jauh menuju rumah merah jambu yang sepi di jauh sana, di antara lampu penerang jalannya yang redup-redup di depan sana.
Cimahi, 7 Agustus 2013

2 komentar: