![]() |
Pagar langit depan kantor kami. Salah satu yang terbaik yang bisa kamu temui |
Di bawah jeruji dan tiang bendera itu kami duduk-duduk habiskan
sore yang ini. Sekedar mengingat apa saja yang terlewat hari ini, dengan sedikit
intrik khas perkawanan yang menggelikan. Tapi saya pikir, apa artinya berkawan jika
tak pernah sekalipun alami rasa saling kesal dan dumelan dalam hati yang jenaka. Iya kan? Dan hari ini saya
mengalaminya lagi. Ah, senang sekali ya. Saat menemukan lagi bagaimana berkawan yang sepertinya lebih asik dan menarik. Bukan sekedar kawan se-iya-se-kata,
kawan yang saling mengerti terus menerus. Ah, rasanya kurang seru saja. Menurut
saya, sekali-kali berkawan juga harus alami rasa saling kesal, saling marah. Tapi ingatlah jangan terlalu dibawa
ke dalam hati, jangan dibawa terlalu lama.
Saya pernah mendengar kisah perkawanan tiga orang gadis muda
yang kabarnya masih terus begitu hingga sekarang. Saya dengar dari salah
satunya, bahwa mereka tak pernah sekalipun saling ribut, tak pernah sekalipun saling tak
enak hati, selalu saja saling sepaham. Perkawanan mereka mulus seperti mobil
baru yang baru diambil dari dealer terdekat. Saya pikir mereka terlalu serius. Ya, saya pikir mungkin itu juga tak salah. Tapi saya pikir itu kurang asik saja. Bagi saya, selalu saja jadi hal yang menarik saat seorang
kawan mulai merasa diasingkan --> padahal sebenarnya, dia tak pernah benar diasingkan. Itu
hanya perasaan saja, ahaha. Dan saat seorang kawan mulai bertingkah menjengkelkan,
saya pikir dia mulai membuat semuanya semakin menarik. Menurut saya, mungkin sekali dia adalah kawan yang baik.
Saya punya beberapa. Beberapa kawan baik yang sering membuat saya kesal sekali. Dia pasti juga sering merasakan hal yang sama sebanyak saya. Tapi sepertinya kami selalu saling tahu, bahwa rasa kesal yang sekali-kali itu tak lantas menjadikan kami tak berkawan lagi. Ah, nyatanya sebentar lagi kekesalannya hanya akan jadi bahan tertawaan. Ujung ceritanya selalu saja jadi begitu. Dan saya masih gagal paham, kenapa sebagian orang menilai rasa kesalnya yang sekali-kali itu sebegitu serius? -tolong jangan komentari ini dengan pernyataan: "setiap orang itu berbeda, bro!" --> karena saya tak seserius itu juga sebenarnya, :D
Cikarang, 26 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar