Selasa, 04 Maret 2014

Kedasih di Tengah Malam

Mungkin saya bicara terlalu banyak malam ini. Dengan seorang kawan bercerita panjang-lebar tentang apa yang dia pikirkan, sedang saya seperti sibuk mengajaknya melantur kemana-mana. Mungkin tadi dia berpikir bahwa saya tak fokus. Dan mungkin juga memang tadi kenyataannya saya tak fokus. :D. Tapi mungkin yang jadi hal terpentingnya adalah kami tak terlalu mempermasalahkan itu. Maka, ya, kami biarkan saja seperti itu.

Mungkin dia tahu bahwa saya sebenarnya tak semelantur itu juga. Sebenarnya selalu ada hubungan antara apa yang saya komentari dengan pernyataan dan pertanyaan yang dibuatnya di awal-awal. Meski kadang tak terlalu jelas terlihat, tapi saya pikir sebenarnya ada. Dan mungkin juga dia jadi bertanya sendiri: "kenapa kamu tak bisa menjawab langsung selugas-lugasnya biar kita lebih mudah saling mengerti?" Tapi saya pikir itu hanya masalah pendekatan. Di beberapa moment, sepertinya saya lebih suka untuk berputar-putar dulu seperti keluar-masuk kulit lingkaran, kemudian menuju ke masalah pokoknya, dan sebelum tepat ke masalah pokok, saya akan keluar lagi dari lingkarannya, masuk lagi lewat jalan yang berbeda, begitu lagi. Sebenarnya saya hanya sedang ingin menunjukkan bahwa banyak sudut yang bisa digunakan untuk menuju ke pusat masalah. Dan saya hanya ingin dia sendiri yang akhirnya menghadapi masalahnya. Tak perlu bantuan saya untuk menghadapinya langsung, saya hanya ingin menunjukkannya saja, sesuai kemampuan dan keinginan saya.

Saya sebenarnya bukan keturunan manusia super seperti yang sering saya bualkan di waktu-waktu senggang. Ya, benar. Ahahaaa. Saya tetap sering membual seperti itu meskipun saya tahu tak ada seorangpun yang sebenarnya percaya. :D. Pendapat saya selalu saja bisa salah, seperti halnya juga kamu, dia, siapapun. Tapi mungkin perbedaannya adalah tak banyak orang yang berani seperti itu. Padahal saya pikir berbuat salah adalah salah satu bukti yang paling tak terbantahkan bahwa kita semua hanya manusia. Iya kan ya? Dalam batas-batas wajar, saya pikir berbuat salah bisa menjadi suatu hal yang baik. Dengan kata lain: berbuat salah tak selalu berarti buruk. Ya, saya pikir begitu.

***
Haduh, barusan saya sudah bersin tiga kali berturut-turut. Mungkin ini adalah pertanda untuk segera mendengarkan Owl City bernyanyi lagu “Berenang di Miami” tengah malam ini. Saya perhatikan, jam di dinding kamar menunjukkan 23.27, sedang di jam tangan sudah di 00.05. Wah saya baru sadar, jam dinding ini sudah kehabisan batere setengah jam lebih. Ya sudah, besok pagi coba saya ganti baterenya dengan yang baru, biar dia akur lagi dan tidak mengecoh saya lagi dengan ketidaksengajaan yang kadang menjengkelkan. Jadi untuk sekarang, biar saja dulu. Saya berikan dia kesempatan untuk mengecoh saya lagi sampai besok pagi. Dan kalau saja dia orang, sepertinya jam dinding ini akan menertawakan saya tepat di detik ini. :)))))

Selamat tengah malam, Kedasih
Cikarang, 5 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar