Mungkin saya bicara terlalu banyak malam ini. Dengan
seorang kawan bercerita panjang-lebar tentang apa yang dia pikirkan, sedang saya
seperti sibuk mengajaknya melantur kemana-mana. Mungkin tadi dia berpikir bahwa saya tak
fokus. Dan mungkin juga memang tadi kenyataannya saya tak fokus. :D. Tapi mungkin yang
jadi hal terpentingnya adalah kami tak terlalu mempermasalahkan itu. Maka, ya, kami biarkan saja seperti itu.
Mungkin dia tahu bahwa saya sebenarnya tak semelantur itu
juga. Sebenarnya selalu ada hubungan antara apa yang saya komentari dengan
pernyataan dan pertanyaan yang dibuatnya di awal-awal. Meski kadang tak terlalu
jelas terlihat, tapi saya pikir sebenarnya ada. Dan mungkin juga dia jadi bertanya sendiri:
"kenapa kamu tak bisa menjawab langsung selugas-lugasnya biar kita lebih mudah saling mengerti?" Tapi saya pikir itu hanya masalah pendekatan. Di beberapa
moment, sepertinya saya lebih suka untuk berputar-putar dulu seperti keluar-masuk
kulit lingkaran, kemudian menuju ke masalah pokoknya, dan sebelum tepat ke
masalah pokok, saya akan keluar lagi dari lingkarannya, masuk lagi lewat jalan yang berbeda, begitu lagi.
Sebenarnya saya hanya sedang ingin menunjukkan bahwa banyak sudut yang bisa digunakan
untuk menuju ke pusat masalah. Dan saya hanya ingin dia sendiri yang akhirnya menghadapi
masalahnya. Tak perlu bantuan saya untuk menghadapinya langsung, saya hanya
ingin menunjukkannya saja, sesuai kemampuan dan keinginan saya.
Saya sebenarnya bukan keturunan manusia super seperti yang sering saya
bualkan di waktu-waktu senggang. Ya, benar. Ahahaaa. Saya tetap sering membual
seperti itu meskipun saya tahu tak ada seorangpun yang sebenarnya percaya. :D. Pendapat
saya selalu saja bisa salah, seperti halnya juga kamu, dia, siapapun. Tapi mungkin
perbedaannya adalah tak banyak orang yang berani seperti itu. Padahal saya pikir
berbuat salah adalah salah satu bukti yang paling tak terbantahkan bahwa kita
semua hanya manusia. Iya kan ya? Dalam batas-batas wajar, saya pikir berbuat salah bisa menjadi suatu hal
yang baik. Dengan kata lain: berbuat salah tak selalu berarti buruk. Ya, saya
pikir begitu.
***
Haduh, barusan saya sudah bersin tiga kali berturut-turut. Mungkin
ini adalah pertanda untuk segera mendengarkan Owl City bernyanyi lagu “Berenang
di Miami” tengah malam ini. Saya perhatikan, jam di dinding kamar menunjukkan 23.27,
sedang di jam tangan sudah di 00.05. Wah saya baru sadar, jam dinding ini sudah kehabisan batere setengah jam lebih. Ya sudah, besok pagi coba saya ganti
baterenya dengan yang baru, biar dia akur lagi dan tidak mengecoh saya lagi dengan
ketidaksengajaan yang kadang menjengkelkan. Jadi untuk sekarang, biar saja dulu. Saya berikan dia kesempatan untuk mengecoh saya lagi sampai besok pagi. Dan kalau
saja dia orang, sepertinya jam dinding ini akan menertawakan saya tepat di
detik ini. :)))))
Selamat tengah malam, Kedasih
Cikarang, 5 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar