Senin, 17 Maret 2014

Foto Proliga

Kawan saya dan block-smash di turnamen Proliga
Menarik sekali. Kemarin malam seorang kawan mengirimkan foto saat dia sedang bertugas menjadi salah satu tim pengadil di turnamen bola voli paling masyhur di negeri ini, Proliga. Turnamen ini mempertemukan semua tim bola voli terbaik di seluruh Indonesia, dan bertanding dengan gengsi yang sangat tinggi pula. Singkat kata, saya hanya ingin menggambarkan betapa hebatnya turnamen berskala nasional tersebut, berikut semua elemen yang terlibat di dalamnya. Dengan sedikit berkomentar sendiri, kawan tersebut berkata sambil tertawa: “bagus A ya? sayang saya cuma keliatan dikit di gambarnya. Tapi ya lumayan lah, bagus, heheu.”. Saya tertawa membacanya, dan memberikan komentar: “wah, bagus pisan ini mah, kamu keliatan ganteng sekali di sini. Coba di upload ke fb, nanti A kasih like. :p”. Dan ternyata dia membalas lagi: “ah, jangan A, malu. Orang lain yang jadi wasit utamanya aja mungkin ga nge-upload fotonya, ini malah saya yang cuma jadi hakim garis doank sok-sokan nge-upload foto lagi tugas. Takut ntar dibilang norak sama orang lain, A. Jadi mending ga usah aja.”. Saya tertawa lepas mendengar jawabannya.

Setelah beberapa saat berdiam sejenak, saya  memilih berkomentar lagi. Berkomentar dengan bahasa yang saya usahakan selugas mungkin, saya mulai menulis. “Ya jangan di-upload aja kalo gitu mah. Kamu upload fotonya kalo kamu suka dan mau aja. Kalo kamu ga mau, ya jangan berarti. Tapi kalo alasannya kamu takut dinilai norak sama orang lain, terus kamu ga jadi nge-upload padahal kamu suka, kayanya A pikir kamu salah. :)”. Dia lantas jadi cepat bertanya lagi, kenapa kiranya saya menganggap itu salah?

Kawan yang ini adalah salah satu kawan terbaik saya dalam belajar dan berdiskusi tentang apapun. Kami belajar banyak hal bersama-sama, termasuk juga tentang yang ini. Meski berbeda umur hampir 5 tahunan, tapi hal itu tak lantas membuat saya menganggap dia lebih sedikit tahu dari saya sendiri. Banyak hal darinya yang saya pikir dia jauh lebih paham dari saya. Tapi untuk yang ini, sepertinya saya yakin, bahwa dia sedang tak tepat. Itu saja. :) Lalu saya sampaikan apa yang ada di pikiran saya, dan terserah menurutnya bagaimana, mau sepakat atau tidak, bagi saya bukan masalah, terserah saja. Heheu.

Saya ceritakan padanya bahwa seharian kemarin saya beberapa kali mengunggah foto rumah mungil bertipe 21 yang saat ini tengah saya cicil hingga 8 tahun ke depan. Saya ceritakan pula padanya bahwa saya mengunggah foto-foto itu dengan penuh kebanggaan dan rasa bahagia. Bahkan di salah satu kalimat di blog yang saya tulis tentangnya, saya biarkan saya bicara dengan sangat terbuka, kira-kira begini: “Sebuah rumah dengan tipe 21, dan baru setengah jadi. Sebuah rumah yang mungkin menurut orang lain kecil sekali, tapi kalau menurut saya: rumah ini keren sekali!”. Dan mungkin ada jutaan orang lain di laman fb yang memiliki rumah jauh lebih besar, mewah dan tidak kredit, :D. Tapi saya pikir itu bukan milik saya, saya benar-benar tak mau berkonsentrasi pada milik orang lain. Dan hal itu tak membuat saya berkecil hati juga untuk menceritakan bahwa rumah yang saya miliki adalah “hanya” tipe 21 –sebuah tipe terkecil untuk bisa disebut sebagai rumah secara umum. Saya benar tak hawatir siapapun akan berkomentar bahwa yang saya lakukan adalah sesuatu yang norak. Sama sekali tidak. Saya tak hawatir sama sekali! Benar! Dan satu hal yang jauh lebih penting dari itu semua adalah: karena saya pikir saya suka untuk mengunggahnya, dan saya nilai hal itu juga bukanlah suatu yang buruk.

***
Nyatanya kawan tersebut akhirnya memilih untuk mengunggah foto tersebut. Tak lupa, dia tag-kan juga saya di dalamnya. Dan sesuai janji saya sebelumnya, saya beri like pada fotonya. Dan saya yakin, dia pasti tengah senyum-senyum sendiri saat ini. :)

Ah, selamat kawan, saya ikut senang ngeliet fotonya. ;)
Cikarang, 17 Maret 2014
*foto dari Debi Krisna. Saya kurang tahu foto ini didapatnya dari mana. :p

2 komentar:

  1. ahahahaha.. aduh ini a guntur meuni ditulis di blog segala,, jd malu kan djennya.. :D
    makasih banyak a ya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkkw. Santai aja kita mah, sambil minum kopi. :D

      Hapus