![]() |
Kedasih cerah dan formasi awannya yang seperti sanggul ibu pejabat :D |
Sore cerah. Matahari Kedasih tak tampak malu-malu. Dan kabar
gembira itu akhirnya datang lewat sebuah pesan singkat dari seorang kawan baik di ujung
sana. Berikut ucapan syukurnya yang panjang, sepertinya kami tadi sama tertawa. Seperti beberapa
kejadian dan cerita kami di awal pagi tadi, juga di beberapa pagi, siang dan
sore kami di satu bulan ke belakang ini. Tentang kehawatirannya pada sejumlah uang yang sudah disetorkan ke orang yang lain kemarin-kemarin. “Ah, saya hawatir uang itu
akan hilang”, begitu ucapnya yang beberapa kali, berikut tatapan mata yang tak
terlalu bersemangat. Saya senyum-senyum saja. Dan dia mungkin kadang jadi sedikit kesal juga saat saya
sering merespon gumamannya dengan lelucon yang tak menghibur, berikut
ucapan yang sering kali saya ulangkan: “jangan
hawatir, tenang saja, jangan hawatir”.
Ah, saya pikir uang bukanlah hal yang serius. Itu juga
rumah, tanah, liburan, bisnis, minum kopi, sama saja. Saya pikir itu semua
menarik, tapi tetap saja saya pikir itu tak serius. Keberhasilan pada hal-hal
serupa itu selalu saja menyenangkan, tapi saya pikir itu akan menjadi salah saat
terlalu berlebihan memikirkannya. Ah, saya pikir gagal tak juga berarti sebegitu
buruk ya. Biar saja. Seperti sebuah kalimat yang sering sekali saya ucapkan
sambil mesem-mesem ke beberapa kawan yang lain: “tenang, kamu sudah
dan selalu berusaha, kamu akan berhasil pada akhirnya. Dan kalaupun tidak,
ya jangan biarkan kamu bersedih karenanya. Hmmm, baiklah, saya akan ceritakan sebuah
rahasia: sebenarnya merasa bahagia itu lebih menyenangkan dari pada bersedih!”.
Kadang beberapa kawan menganggap apa yang saya sampaikan itu adalah hal yang konyol,
dan sambil tertawa kadang mereka berkomentar: “itu mah bukan rahasia, semua orang
juga tahu”. Biasanya saya akan mendekatkan diri ke telinganya sambil setengah
berbisik ucapkan: “Ah, kamu salah, cuma sedikit orang yang tahu rahasia ini”. Dan
saya akan lebih bahagia bila kawan tersebut akhirnya manggut-manggut dengan
ekspresi seolah paham, seperti seorang detektif swasta yang menemukan key clue di sebuah film pembunuhan. Yeah, how cool I am!!
Sebenarnya di sini saya cuma bicara saja. Bukan pula itu
berarti saya sangat paham dengan konsep yang saya ceritakan tadi. Sama
seperti yang lain, kadang saya juga hilang senang, bingung sendiri. Tapi saya
pikir merasa bingung dan bersedih adalah sebuah barometer positif yang menyatakan bahwa saya
baik-baik saja. Ah, syukurlah, ternyata saya baik-baik saja. :D
Cikarang, 22 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar