Senin, 04 November 2013

Institut Teknologi Bandung

Sore Mendung di Ganesha
Saya habiskan 1,5 tahun di sini. Bertemu banyak hal dan cerita beraneka-ragam, asik sekali. Hampir setiap harinya saya datang, belajar banyak hal tentang apa saja. Di pagi, siang, sore, malamnya berdialog dengan Ganesha yang masyhur itu. Menikmati setiap cuaca yang ada, saya tak pernah lelah. Tukar-bicara dengan beberapa kawan terbaik dari mana saja, mula mengenal seorang gadis yang sangat menarik yang mungkin akan menjadi satu cerita terpanjang yang akan saya ingat sampai nanti-nanti, mengaji dari beberapa guru dengan metode belajarnya yang sama baik, melihat pemandangan di tatanan aneka tumbuhan yang begitu asri-apik tertata sebegitu rupa, begitu hari-harinya. Ah, sepertinya ini akan jadi banyak sekali kalau harus diceritakan.

Saya mengatakan bahwa di sini adalah salah satu tempat terbaik. Tempat berkumpul orang-orang terbaik. Bermacam budaya campur sempurna dalam toleransi di sini. Tapi sayangnya, di sini, saya tak pernah merasa seperti di rumah. Di dalamnya saya selalu saja merasa seperti seorang sedang bertandang. Sering saya berpikir tentang hal ini, seperti siang yang ini, saat sendiri menikmati es-kopi menunggu kakak dan seorang kawan baik untuk minum kopi bersama habiskan hari. Saya menjawab: mungkin karena waktunya yang sangat singkat mungkin ya? Ah, tapi sepertinya tidak juga, entahlah. Sering kali, dulu, saya berjalan sendiri berkeliling di tengah hujan gerimis yang hangat, menyapa tiap sudutnya. Tempat ini menjawab sama hangat. Kami tertawa bersama, kami berdiam bersama. Tapi entah saja, saya tetap tak merasa seperti tuan rumah.

Saya sama sekali tak berbicara tentang hal buruk dari tempat ini. Karena memang tak ada hal buruk yang bisa saya bicarakan tentangnya. Dan seperti yang berulang saya katakan, ini salah satu tempat terbaik di antara ribuan persinggahan lain yang pernah saya kunjungi. Seperti saya bisa ucapkan: awal pagi di sini adalah yang terbaik, bahkan lebih baik dari di Jayagiri. Ya, saya menilainya begitu. Tapi mungkin, untuk saya, rumah bukanlah melulu berarti sesuatu yang terbaik. Tak harus begitu. Rumah saya bisa saja lebih kecil dan biasa. Saya tak akan mempermasalahkannya. Seperti saya tak akan pernah berkecil hati karenanya, saya tetap bangga atasnya. :)
Bandung, 4 November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar