Sore Mendung di Ganesha |
Saya habiskan 1,5 tahun di sini. Bertemu banyak hal dan cerita
beraneka-ragam, asik sekali. Hampir setiap harinya saya datang, belajar banyak
hal tentang apa saja. Di pagi, siang, sore, malamnya berdialog dengan Ganesha
yang masyhur itu. Menikmati setiap cuaca yang ada, saya tak pernah lelah. Tukar-bicara dengan beberapa kawan terbaik dari mana saja, mula mengenal seorang gadis yang sangat menarik yang mungkin akan menjadi satu cerita terpanjang yang akan saya ingat sampai nanti-nanti, mengaji dari beberapa guru dengan metode belajarnya yang sama baik, melihat pemandangan di tatanan aneka tumbuhan yang begitu
asri-apik tertata sebegitu rupa, begitu hari-harinya. Ah, sepertinya ini akan jadi banyak
sekali kalau harus diceritakan.
Saya mengatakan bahwa di sini adalah salah satu tempat
terbaik. Tempat berkumpul orang-orang terbaik. Bermacam budaya campur sempurna
dalam toleransi di sini. Tapi sayangnya, di sini, saya
tak pernah merasa seperti di rumah. Di dalamnya saya selalu saja merasa seperti
seorang sedang bertandang. Sering saya berpikir tentang hal ini, seperti siang yang ini, saat sendiri menikmati es-kopi menunggu kakak dan seorang kawan baik untuk minum kopi bersama habiskan hari. Saya menjawab: mungkin karena
waktunya yang sangat singkat mungkin ya? Ah, tapi sepertinya tidak juga, entahlah. Sering kali, dulu, saya berjalan sendiri berkeliling di tengah hujan gerimis yang hangat, menyapa
tiap sudutnya. Tempat ini menjawab sama hangat. Kami tertawa bersama, kami
berdiam bersama. Tapi entah saja, saya tetap tak merasa seperti tuan rumah.
Saya sama sekali tak berbicara tentang hal buruk dari tempat ini. Karena
memang tak ada hal buruk yang bisa saya bicarakan tentangnya. Dan seperti yang berulang
saya katakan, ini salah satu tempat terbaik di antara ribuan persinggahan lain yang
pernah saya kunjungi. Seperti saya bisa ucapkan: awal pagi di sini adalah yang
terbaik, bahkan lebih baik dari di Jayagiri. Ya, saya menilainya begitu. Tapi mungkin,
untuk saya, rumah bukanlah melulu berarti sesuatu yang terbaik. Tak harus
begitu. Rumah saya bisa saja lebih kecil dan biasa. Saya tak akan
mempermasalahkannya. Seperti saya tak akan pernah berkecil hati karenanya, saya tetap bangga atasnya. :)
Bandung, 4 November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar