![]() |
Pagar gerimis Bukit Cempaka. |
Sabtu pagi. Bersama seorang kawan, kami menuju ke sini. Sebuah
perumahan yang saya anggap besar, dengan cuaca sekitar yang menyenangkan pula. Untuk
lokasi, dengar-dengar, daerah ini masuk ke daerah timur laut bogor, lebih tepatnya daerah
Jonggol, kabupaten Bogor. Perumahan Citra Indah, begitu namanya. Pelan-pelan, kami
melihat-melihat, sedari pagi cerah sampailah di gerimis sore satu-satu yang asik.
Setelah menemukan apa yang kami cari, juga lepas hampiri rumah seorang kawan
yang lain untuk disuguhi segelas kopi hangat, kami kembali lagi ke tempat ini, tempat yang saya temukan hari ini. Bersemangat sekalinya saya, hingga saat tiba waktunya pulang, saya ajak mereka mampir dulu
sekali lagi ke sini, belum juga puas rasanya.
Tanah kosong seluas 134,82 meter persegi. Di sinilah kiranya
nanti akan berdiri sebuah rumah kecil dengan tipe 21. Terlalu kecil menurutmu? Menurut
saya sangat relatif. Heheu. Sepertinya akan sangat cocok dengan apa yang saya
pikirkan, apa yang saya inginkan, apa yang saya rencanakan. Semoganya nanti
memang benar bisa semenyenangkan itu. :) Di perbatasan selatan tanahnya, adalah
sebuah tembok setinggi kisaran dua meter. Di belakangnya, terhampar hijau
yang sampai jauh seluas mata memandang sampai ke kaki perbukitan biru di ujung sana,
diselingi pula dengan sebuah sungai kecil yang terlihat berukuran sangat mini. Entah kenapa saya merasa kurang puas saat hanya sekedar mengintip panoramanya dari sisi dalam pagar tembok batako itu saja. Masih di antara
gerimisnya yang hangat, lanjut saya naiki pagarnya, biar lebih lepaslah mata memandang. Dan
sampailah. Berpikir sejenak, saya berujar dalam hati: "Ya, ini yang saya
inginkan". :)
Tanpa saya sadari, kawan yang tadi, dari bawah, mengambil
beberapa gambar yang ternyata sangat saya sukai. Kesannya yang tertangkap: sebuah siluet. Di tempat tadi saya berdiri di atas sana, saat lepaskan pandang ke
selatan jauh menerawang kiranya cerita ini nantinya akan bermuara kemana. Yang
semoganya akan tetap terasa senang sampai kapanpun, meski saya tak tahu pasti. Tapi
bagi saya cukuplah dulu senang yang ini untuk sekarang, dan cukuplah pula beberapa
lembar mimpi lanjutan besok-besoknya. :)
Cikarang, 16 November 2013
*foto oleh Frans Kurnia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar